Sebelum Jatuh dan Patah Tulang Paha, Pak Ilyas Pernah Sakit Selama 6 Tahun

Patah tulang paha
Sebelumnya pernah sakit selama 6 tahun (terkini.id)

Terkini.id, Barru – Kesehariannya memanjat pohon enau, memanen tuak dan menjualnya kini tak dapat lagi di lakukannya. Padahal inilah satu-satunya sumber ekonomi keluarganya. Termasuk menghidupi seorang isteri dan tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil.

Ditemui Barru Terkini, Selasa 3 Maret 2020 dirumahnya di dusun Bujung Lompo Desa Lasitae Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru, Pak Ilyas banyak berkisah tentang hidupnya.

Rumah Pak Ilyas setelah dapat bantuan bedah rumah (terkini.id)

Sejak masih muda, menerima panggilan memanjat pohon sukun, mangga dan pohon produktif lainnya sudah menjadi pekerjaan sehari-harinya. Bahkan digelutinya hingga berkeluarga. Gaji dari kerjaan ini dijadikan sebagai sumber kehidupannya.

Namun pada tahun 2012, saat baru saja dianugerahi anak kedua, Pak Ilyas jatuh sakit.
Sekujur tubuhnya lemah tak bertenaga, hal ini buat tubuhnya perlahan jadi kurus.

Berkali-kali berobat namun tak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Apapun telah dilakukannya demi sehat seperti sediakala.
Dua ekor sapi dijualnya, sebidang tanah kebun digadaikannya namun semua habis. Hingga beliau betul-betul tak punya apa-apa lagi. Hanya pemberian tetangga dan kerabat yang buatnya bertahan hidup.

Enam tahun kemudian barulah Allah izinkan Pak Ilyas perlahan sembuh dan memulai kembali aktifitasnya sebagai tukang panjat, namun tak lagi bisa memanjat pohon yang tinggi-tinggi. Hanya sebatas enau punya kerabatnya di pinggiran kampung.

Tuak manis dari enau inilah kemudian yang dijualnya. Dalam satu hari setidaknya bisa dapat lima liter dan dijual seharga 5000 rupiah /liter.

Namun belum lagi setahun beraktifitas, Pak Ilyas kembali ditimpa musibah, beliau jatuh dari pohon enau saat memanen tuak. Tulang paha kiri patah hingga harus dirawat dirumah. Pak Ilyas tak berpenghasilan.

Kembali hanya berharap pada bantuan tetangga dan kerabat serta orang-orang baik yang datang mengunjunginya.

Pak Ilyas termasuk warga kurang mampu di kampungnya (terkini.id)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ratusan Santri Tahfidz Masuk Pondok, Masjid Kurir Langit Lakukan Rapid Test Massal

JK Ucapkan Selamat Pada Siswa SMP Islam Athirah 1 Makassar

Kepala SMP Islam Athira Menangis Haru Dalam Penamatan Virtual

Digelar Online, Penamatan SMA Islam Athirah 1 Makassar

Durasi 7 Menit, Ini Isi Khutbah Ustadz Kamaruddin Hasan di Masjid Nurul Ittihad

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar