Sebelum Menyesal Jangan Klik Link Hoax yang Janjikan Internet Gratis, Ini Penjelasannya

Internet gratis
Broadcast tentang internet gratis ternyata hoax (foto : kominfo)

Terkini.id, Jakarta – Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantai di jejaring sosial WhatsApp dan Facebook yang menyebutkan bahwa pengguna akan diberi koneksi internet gratis 20GB. Bahkan yang terbaru lebih fantastis lagi dengan menjanjikan koneksi internet gratis selama 90 hari sebesar 100 GB. Dijelaskan pula bahwa untuk mendapatkannya dilakukan dengan cara klik link yang tersedia dalam pesan tersebut.

CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah menyatakan bahwa pesan tersebut adalah hoaks. Ruby menjelaskan bahwa pesan tersebut merupakan modus kejahatan cyber untuk mencuri kontak-kontak bahkan browsing history korban, apabila tergoda untuk klik link dalam pesan tersebut.

“Dapatkan Internet Gratis 100 GB Selama 90 hari untuk semua operator. Klik link di bawah untuk mengaktifkan sekarang,” begitu isi pesan tersebut diakhiri dengan sebuah link.

Viral, broadcast hoax tentang kuota internet gratis di whatsapp dan facebook (foto : screenshot)

Ahli digital forensik ini kemudian menjelaskan salah satu parameternya, yaitu domain yang digunakan gifwhats.club atau domain xyz yang tidak terdaftar atas salah satu operator di Indonesia. Bahkan, data pendaftarnya sengaja disembunyikan.

“Ini salah satu ciri domain yang tidak dipertanggungjawabkan,” ungkap Ruby.

Kepada pengguna media sosial yang menerima pesan dengan iming-iming kuota internet gratis, Ruby mengimbau agar memikirkan dampak yang akan didapat sebelum mengklik link yang disertakan.

Apalagi dalam situasi Work From Home, dimana pekerjaan dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan kuota internet akan banyak orang yang memanfaatkannya untuk maksud jahat.

Secara teknis pelaku setup waktu 5 menit, agar korban dapat/mau membagikan link tersebut ke banyak kontak.

Dan pada link tersebut telah disiapkan script untuk mencuri atau mengirimkan browsing history korban ke pelaku.

Selanjutnya akan ada 1 link yang otomatis diklik setelah korban mengklik link utama tadi, disinilah bisa terekam hal-hal pribadi korbannya.

Lalu apa yang harus dilakukan bila mendapatkan link-link yang meragukan?
Ini trik yang disampaikan Ruby :

1. Copy paste link di mesin pencari, cek apakah pernah ada ulasan terkait link tsb.

2. Bila menerima link yang dipendekkan (shorte link) seperti bit.ly, tiny.cc dll, perhatikan link lengkap yang ditampilkan saat klik linknya.

3. Pastikan link URL menampilkan domain instansi resmi. Contoh yg benar:
https://www.apple.com
https://www.kominfo.go.id

Ini contoh alamat URL yang salah :

https://payment.apple.com.blogspot.com
https://kominfo.go.id.freehost.com

Siapapun yang mengirim, pastikan isi dari website yang dimaksud adalah ditampilkan oleh website yang resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: kominfo.go.id dan detik.com

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar