Peringati HPSN, InsWA Sampaikan 10 Hal ini

Luwihgajah
Aktifitas di Tempat Pengelolaan Sampah (foto:ist)

Terkini.id, Jakarta – Bencana longsor dan ledakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi Provinsi Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005 yang menyebabkan dua desa tertimbun dan 157 orang meninggal dunia menjadi momentum yang mencubit kesadaran beberapa pihak yang peduli lingkungan.

Sejak saat itu setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Pengelolaan Sampah Nasional. Berbagai organisasi dan komunitas menyamakan gerak sebagai bentuk kepedulian akan ancaman sampah terhadap kelangsungan hidup masyarakat, salah satunya adalah InsWA ( Indonesia Solid Waste Association)

InSWA merupakan organisasi profesi yang bergerak di bidang manajemen dan teknologi pengelolaan sampah, didirikan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2003. InSWA berorientasi nirlaba, non partisan dan indenpenden serta didasarkan pada paradigma baru dalam pengelolaan sampah. Paradigma baru pengelolaan sampah mendorong adanya pengelolaan sampah dari sumber dengan tujuan utamanya menciptakan sebuah kawasan yang bersih dan sehat. Di lain sisi pemanfaatan hasil pengelolaan sampah berupa energi, pupuk atau bahan baku industri merupakan nilai tambah. Dikutip dari http://inswa.or.id .

Memperingati HPSN tahun 2021, InsWA menyampaikan 10 hal terkait pengelolaan sampah dalam sebuah surat terbuka yang ditanda tangani Guntur Sitorus selaku Ketua Umum di Jakarta, Minggu 21 Februari 2021. Isinya sebagai berikut:

Surat terbuka InsWA peringati HPSN (foto:ist)

SURAT TERBUKA 
Dengan Hormat, 
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tanggal 21 Februari 2021, 
InSWA menyampaikan hal-hal berikut : 

1. Mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah untuk mengheningkan 
cipta bagi para korban tragedi longsornya TPA Leuwigajah Cimahi Jawa Barat pada tanggal 
21 Februari 2005. 

2. Menyampaikan keprihatinan atas pengelolaan sampah di Indonesia yang belum dapat 
memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang 
telah diterbitkan oleh Pemerintah berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, 
Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, Peraturan 
Bupati dan Peraturan Walikota. 

3. Peraturan perundan-undangan yang telah diterbitkan oleh Pemerintah telah memuat 
amanat yang sangat jelas, tegas dan baik serta telah mengacu pada kaidah dan standar 
best practice pengelolaan sampah secara internasional, namun sangat disayangkan bahwa 
pelaksanaan (implementasi) peraturan perundang-undangan tersebut masih sangat 
lemah. Salah satu contoh adalah pengoperasian Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih 
dilakukan dengan cara Open Dumping tidak Controlled Landfill apalagi Sanitary Landfill
dan masih banyak contoh lainnya, sangat disayangkan hal tersebut tidak diberikan sanksi 
(terjadi pembiaran?). 

4. Mendorong Pemerintah menyatakan bahwa pengelolaan sampah dibeberapa kota besar 
sudah dalam keadaan darurat, sehingga pengelolaan sampah pada kota-kota tersebut 
harus dilakukan dengan cara-cara tanggap darurat dan tidak dapat lagi dilakukan 
sebagaimana business as usual. 

5. Mendorong seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah untuk fokus pada 
pengelolaan sampah dan tidak terlalu sibuk mengurusi waste to product yang 
menyebabkan kurangnya fokus pada esensi pengelolaan sampah itu sendiri dimana 
pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas 
lingkungan. Kalaupun ada hasil dari pengelolaan sampah tersebut (waste to product) 
melalui kegiatan circular economy, program 3R, waste to energy dan lain-lain, hal itu 
hanya berupa bonus karena pada hakekatnya pengelolaan sampah itu adalah kewajiban 
dan bukan keuntungan, artinya pengelolaan sampah adalah Cost Center dan bukan Profit 
Center, sehingga harus dimaknai bahwa pengelolaan sampah tidak dapat mencapai Cost 
Recovery, jangankan Full Cost Recovery, untuk O & M Cost Recovery pun tidak dapat
tercapai. 

6. Mendorong seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah untuk bekerjasama 
dan bersinergi dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan melibatkan semua pihak 
antara lain Pemerintah Pusat, DPR, Pemerintah Daerah (Pemprov, Pemkab/Kota), DPRD, 
swasta, LSM, perguruan tinggi, pemerhati lingkungan dan masyarakat. 

7. Mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup pada APBN dan APBD untuk 
pengelolaan sampah dan menggali sumber-sumber pendanaan dari berbagai sumber serta 
menerapkan retribusi atau iuran sampah yang wajar kepada penghasil sampah berdasarkan 
jumlah sampah yang dihasilkan. 

8. Mendorong pemerintah membentuk badan khusus berupa badan penanggulangan sampah 
nasional atau memberikan wewenang, tugas, tanggung jawab dan kewajiban yang lebih 
besar dan tegas kepada lembaga yang sudah ada saat ini untuk melakukan koordinasi, 
pengawasan, pemantauan, pengendalian dan penindakan dalam pengelolaan sampah. 

9. Mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap kinerja 
pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah serta menerapkan sanksi yang 
lebih tegas kepada pihak-pihak yang tidak melaksanakan wewenang, tugas, tanggung 
jawab dan kewajiban berdasarkan peraturan perundang-undangan. 

10. Melaksanakan pengelolaan sampah secara komprehensif/menyeluruh meliputi pengurangan 
(program 3R) dan penanganan (pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan 
pemrosesan akhir) dengan mengacu pada aspek regulasi, kelembagaan, pendanaan, peran 
serta/sosial kemasyarakatan dan teknis teknologi dengan pendekatan pengelolaan sampah 
dari hulu ke hilir sehingga seluruh tahapan pengelolaan sampah harus di laksanakan secara 
bersamaan dari mulai sumber sampai ke pemrosesan akhir. 
Demikian Surat Terbuka ini disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan pengelolaan 
sampah sebagai saran dan masukan demi pengelolaan sampah yang lebih baik lagi di 
Indonesia.

Hormat kami
Indonesia Solid Waste 
Association (InSWA) 
Ir. Guntur Sitorus, M.T.
Ketua Umum

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Gubernur Sul-Sel Ditangkap KPK, Begini Kronologinya

Co-Founder Mall Sampah dan Owner Ana Interior Jadi Pembicara Webinar Bisnis ITB Kalla

Ketua DPRD Sul-Sel Kunjungi Masjid Percontohan Nasional di Barru

SD Islam Athirah 2 Makassar Adakan Peringatan Isra’ Mi’raj Bersama Ustadz Abdul Somad

Dokter Hisbullah: Tips Menjangkau Daerah Terisolir Ulumanda, Sulawesi Barat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar